Info Pondok
Selasa, 16 Apr 2024
  • Penerimaan Santri dan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2024/2025 Program Unggulan : 1. Tahfidzul Qur'an 2. Gramatikal Kitab Kuning 3. Intensif Bahasa Inggris
  • Penerimaan Santri dan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2024/2025 Program Unggulan : 1. Tahfidzul Qur'an 2. Gramatikal Kitab Kuning 3. Intensif Bahasa Inggris
26 November 2023

KERANGKA DASAR STRUKTUR KEILMUAN DI PESANTREN

Ming, 26 November 2023 Dibaca 48x

Dalam memperkuat pesantren sebagai bagian dari pendidikan Islam, baik dari sisi manajemen pendidikan IsIam, maupun pengantar pendidikan IsIam, para ahli pendidikan Islam sering kali mengutip salah satu diantara ayat Al-Qur’an yang dijadikan pijakan normatif, yaitu:
فَلَوۡلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةࣲ مِّنۡهُمۡ طَاۤىِٕفَةࣱ لِّیَتَفَقَّهُوا۟ فِی ٱلدِّینِ وَلِیُنذِرُوا۟ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ یَحۡذَرُونَ
[QS. At-Taubah:122]
Menelisik firman Tuhan di atas, terdapat tiga poin penting yang menggambarkan bangunan pilar-pilar pendidikan Islam, termasuk dunia pesantren. Pertama, sekelompok orang (tha’ifah). Kedua, memperdalam agama (tafaqquh fi al-din). Ketiga, memberikan peringatan (tandzir).
Sebagai sekumpulan komunitas (tha’ifah), santri seharusnya memiliki kehendak mempelajari ilmu-ilmu agama (tafaqquh fi al-din) sekaligus mempunyai keinginan untuk berjibaku di dalam upaya-upaya mendalaminya, selanjutnya termotivasi guna menebarkan kualitas keilmuannya dalam bentuk dakwah (tandzir) ketika kembali berada di tengah-tengah masyarakat.
Pada sisi yang lain, secara umum ilmu pengetahuan yang harus di perdalam oleh kaum santri terbagi menjadi tiga. Pertama, tauhid; kedua, syariat; dan ketiga, tasawuf.

Pembelajaran Ilmu Tauhid
Urgensitas tauhid berkaitan dengan keharusan seseorang mengenal Tuhan, seperti ditegaskan oleh Syaikh Ibnu Ruslan dalam syairnya:
أوَّلُ وَاجِبٍ عَلَى الْإنْسَانِ # مَعْرِفَةُ الْإِلَهِ بِاسْتِقَان
Berlaku bagi setiap manusia kewajiban mengetahui Tuhan dengan kukuh. Banyak indikasi dalam tuntunan ajaran-ajaran Islam yang menunjukkan keharusan seseorang mengenal Sang Penciptanya, antara lain dapat dicermati dari kesunnahan memperdengarkan adzan dan iqamah pada bayi berdasarkan riwayat dari Ibnu Sunni dari Hassan ibn Ali. Filosofi kumandang adzan di telinga kanan dan iqamah di kuping kiri bocah yang baru lahir tersebut tentu dimaksudkan sebagai langkah mempertautkan keesaan Allah SWT (itsbat al-wahdaniyah li Allah) dengan kalbu seorang anak melalui suara pertama yang diperdengarkan sebagai pintu gerbang ketauhidan seseoran lewat kalimat-kalimat tauhid yang termuat dalam adzan dan iqamah.

Pembelajaran Ilmu Syariat
Dalam tataran ilmu pengetahuan Islam, ilmu syariat merupakan studi tentang hukum-hukum terkait Islam yang mencakup prinsip-prinsip, nilai-nilai, dan aturan-aturan yang diambil dari sumber-sumber utama Islam, yaitu Al-Quran, hadits, dan ijma’ ulama (konsensus ulama). Syariat bukan saja sebuah istilah yang digunakan sebagai landasan disiplin ilmu yang memuat ajaran-ajaran agama, baik dari sisi tekstual maupun dari segi kontekstual, tetapi juga diperuntukkan buat implementasi ruang lingkup pengamalan (scope of experience).
Adapun syariat sebagai Ilmu pengetahuan terangkum dalam bingkai kajian fiqh yang meliputi studi tentang hukum-hukum peribadatan (fiqh ubudiyah), dan hukum-hukum sosial (fiqh muamalah) termasuk di dalamnya munakahat dan jinayat, merupakan materi normatif dan praktis yang diajarkan kepada kalangan santri.
Dari sisi legislasi doktrinal, tuntutan mengetahui ilmu-ilmu syariat mempunyai dua bagian: Pertama, fardhu ainy; dan kedua, fardhu kifayah. Bagian pertama ditegaskan dalam pengertian “setiap tuntutan kewajiban (takalif) dalam lingkup kepentingan masing-masing personal (scope of interests of each individual) setiap muslim.” Sedangkan bagian kedua didefinisikan “setiap tuntutan kewajiban (takalif) dalam lingkup kepentingan umum (public interest) masyarakat Islam.” Oleh karenanya, istilah “ilmu umum dan ilmu agama” yang begitu familiar dalam ungkapan-ungkapan masyarakat awam merupakan dikotomi dua disiplin ilmu yang disinyalir sebagai upaya penjajah terbantahkan oleh konsep Islam tentang ilmu pengetahuan.

Pembelajaran Ilmu Tasawuf
Fokus tasawuf di nusantara mempunyai corak penataan segala proses-proses penghambaan pada Tuhan (tatbiq ibadah ila Allah) yang kemudian dicitakan mampu mempengaruhi semua dimensi kehidupan sosial masayarakat. Tetapi di dunia pesantren, tasawuf tidak saja diproyeksikan hanya pada pencarian jati diri seseorang dihadapan Tuhannya, namun lebih dari itu tasawuf diposisikan sebagai sebuah disiplin ilmu yang dikonsentrasikan untuk menjadi perangkat belajar sekaligus dirancang sebagai tata cara berinteraksi dengan Allah SWT dan sesama makhluk-Nya (hablun min Allah wa hablun min al-nas), sehingga relasi sosial santri senantiasa diwarnai karakter terpuji, seperti sikap bertanggungjawab, jujur, berkeadilan dan lain-lain.
Dalam dimensi spiritual-transenden, tasawuf memiliki kandungan spirit penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs) bagi setiap hamba Tuhan. Dari segi ini terbuka kemungkinan bagi para santri untuk mengoptimalkan potensi segala rasa yang terdapat dalam dirinya. Usaha-usaha sedemikian rupa berbekal seperangkat ilmu tasawuf itu para santri diandaikan mampu mengeksplorasi, dan bahkan bisa memberdayakan potensi rasa tersebut sehingga kemudian akan menjelma menjadi sosok-sosok yang memiliki insting manusia beriman tingkat tinggi (firasah al-mu’min). Insting demikian itu seperti diisyaratkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya:
اتَّقِ فِرَاسَةَ الْمُؤْمِنِ فَإنَّهُ يَنْظُرُ بِنُوْرِ اللّه
Olah rasa yang dikelola dengan metode latihan (experiments and exercises) atau dalam bahasa pesantren dikenal dengan istilah “riyadhah”, pada akhirnya akan menghadirkan kepekaan mumpuni (extraordinary sensitivity) terhadap gejala-gejala sosial di tengah-tengah masyarakat. Pada titik ini acapkali seseorang mampu meraba perasaan, bisa menyentuh kalbu terdalam, dan kadangkala dapat memberikan prediksi serta alternatif solutif bagi orang lain.[]

Penulis: Muhammad Madarik
Staf Pengajar IAI Al-Qoalam Gondanglegi Malang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 


Video Terbaru

Pengumuman

Diterbitkan :
3 Fasilitas yang di dapat apabila daftar di Gelombang 1 Unit MARU II
Open Registration !!! 📋📋📋 Penerimaan Santri dan Peserta Didik Baru (PPDB)Tahun Pelajaran 2024/2025 Program Unggulan..
Diterbitkan :
3 Fasilitas yang di dapat apabila daftar di Gelombang 1 Unit SMARU
Open Registration !!! 📋📋📋 Penerimaan Santri dan Peserta Didik Baru (PPDB)Tahun Pelajaran 2024/2025 Program Unggulan..
Diterbitkan :
3 Fasilitas Yang di dapat apabila daftar di Gelombang 1 Unit SMPRU
Open Registration !!! 📋📋📋 Penerimaan Santri dan Peserta Didik Baru (PPDB)Tahun Pelajaran 2024/2025 Program Unggulan..