Info Pondok
Selasa, 16 Apr 2024
  • Penerimaan Santri dan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2024/2025 Program Unggulan : 1. Tahfidzul Qur'an 2. Gramatikal Kitab Kuning 3. Intensif Bahasa Inggris
  • Penerimaan Santri dan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2024/2025 Program Unggulan : 1. Tahfidzul Qur'an 2. Gramatikal Kitab Kuning 3. Intensif Bahasa Inggris
24 Desember 2023

MENELAAH PEMIKIRAN KAUM MU’TAZILAH

Ming, 24 Desember 2023 Dibaca 84x

Pengertian Mu’tazilah

Nama Mu’tazilah secara bahasa berasal dari akar kata: “i’tizaal” (اعتزال), yang berarti maknanya: “berdiri di tengah-tengah”, “memisahkan diri”, atau ” menjauhkan diri “.

Sedangkan dalam tinjauan ilmu sharaf, kata dapat ditashrif:

اعتزل يعتزل اعتزالا

Kalimat dalam firman Allah SWT yang seakar dengan kata tersebut adalah:

{وَإِن لَّمۡ تُؤۡمِنُوا۟ لِی فَٱعۡتَزِلُون}

Artinya: “Dan jika kamu tidak beriman kepadaku, maka biarkanlah aku (memimpin Bani Israil).” [QS. Ad-Dukhan:21]

“Nama kelompok ini menunjukkan klaim mereka berada di tengah-tengah, atau memisahkan diri dari pendapat-pendapat pihak lain dalam perdebatan teologi Islam.”

Sejarah dan Penamaan Mu’tazilah

Dalam sejarah teologi dan filsafat Islam, nama Mu’tazilah merupakan bagian yang ikut serta mewarnai perkembangan diskursus tentang ketuhanan kaum muslimin. Mu’tazilah adalah aliran pemikiran teologi yang muncul pada abad ke-8, atau abad kedua hijriyah. Sedangkan tokoh utama kelompok ini adalah Washil ibn Atho’.

Ahmad Amin mengemukakan sebab-sebab dinamakan Mu’tazilah:

Pertama, disebut Mu’tazilah karena Washil ibn Atho’ dan Amr ibn Ubaid meninggalkan diri dari majelisnya Hasan al-Bashri di masjid Bashrah. Mu’tazilah artinya orang yang memisahkan diri.

Kedua, dinamakan Mu’tazilah karena Washil ibn Atho menjauhi pendapat kebanyakan ulama (jumhur al-ulama’), termasuk Hasan al-Bashri, yang mengatakan bahwa pelaku dosa besar tetap mukmin. Sedangkan Washil ibn Atho berkata: orang semacam itu bukan mukmin tetapi juga tidak kafir (al-manzilah bayn al-manzilatain).

Ketiga, dikatakan Mu’tazilah karena pelaku dosa besar berada di antara mukmin dan kafir, maka sama halnya menjauhkan diri dari mukmin yang sempurna.

“Ahmad Amin menggarisbawahi bahwa munculnya Mu’tazilah murni nuansa agama, bukan terkait unsur politis.”

Pokok-Pokok Ajaran Mu’tazilah

Sebenarnya dinamika di dalam Mu’tazilah terpencar dalam berbagai sekte sejalan dengan perkembangan sejarahnya, tetapi secara umum terdapat lima pokok pikiran utama yang senantiasa didengungkan kaum Mu’tazilah.

Lima ajaran pokok (al-ushul al-khamsah) itu dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Keesaan Tuhan (Tauhid Allah)

Tauhid merupakan dasar ajaran utama dalam IsIam. Berhubungan dengan tauhid ini, sebetulnya bukan hanya ajaran Mu’tazilah belaka, tetapi menjadi ajaran pokok semua aliran teologis dalam Islam. Namun karena Mu’tazilah mempunyai pemahaman yang berbeda dari kelompok lainnya, maka pemahaman mereka tentang keesaan Allah SWT memiliki bias yang cukup menarik.

“Untuk menyucikan Allah SWT, kaum Mu’tazillah menafikan sifat-sifat bagi Allah. Mu’tazilah mengklaim sebagai kelompok ‘Ahl al-Tauhid wa al-Adl’ karena Allah SWT benar-benar di-esa-kan tanpa ditambah apa-apa.”

Mu’tazilah mencoba menyelesaikan persoalan ini dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat. Tuhan tidak memiliki sifat pengetahuan, kekuasaan, hajat dan sebagainya tidak berarti Tuhan tidak mengetahui, tidak berkuasa, tidak hidup dan sebagainya, tetapi mengetahui, berkuasa, dan sebagainya bukanlah sifat dalam arti kata sebenarnya. Artinya Tuhan Mengetahui dan pengetahuan itu adalah Tuhan itu sendiri.

Pendapat para tokoh Mu’tazilah tentang sifat-sifat Tuhan, antara lain:

al-Nadzdzam menfikan pengetahuan, kekuasaan, pendengaran, melihat dan qadim dengan Diri Tuhan sendiri, bukan dengan kekuasaan, perkehidupan, penglihatan keqadiman dan sifat-sifat Allah SWT yang lain. Jika ditetapkan bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Tahu, Berkuasa, Hidup, Mendengar, dan lainnya maka yang ditetapkan adalah dzat-Nya (bukan sifat-Nya).

Kata Abu al-Hudzail: Esensi pengetahuan-Nya adalah Allah Sendiri. Begitu pula kekuasaan, pendengaran, dan sifat-sifat lainnya. Allah SWT “bersifat” tahu, artinya pada-Nya ada pengetahuan dan pengetahuan itu adalah dzat-Nya.

Kata al-Jubba’i: “Tuhan Mengetahui dengan esensinya”, adalah untuk mengetahui, Tuhan tidak berhajat kepada suatu sifat dalam bentuk pengetahuan atau keadaan mengetahui. Sebaliknya kata Abu Hasyim, arti kata: “Tuhan mengetahui melalui esensinya”, ialah Tuhan mempunyai keadaan mengetahui.

Kata Al-Qadhi Abdu al-Jabbar: “Andai Allah SWT punya ilmu, maka Dia dapat diukur sejauh mana ilmu-Nya seperti manusia yang bisa diukur keilmuannya. Andai Dia punya ilmu, maka ilmu itu akan sirna sebab yang abadi hanya dzat-Nya. Andai Dia punya ilmu niscaya Dia akan membutuhkan anggota tubuh sebagai tempat menyimpan ilmu sebagaimana manusia yang membutuhkan otak dan hati sebagai tempat menyimpan ilmu. Seandainya Allah membutuhkan ilmu-Nya yang ia ciptakan untuk mengetahui niscaya Ia adalah Dzat yang membutuhkan kepada ciptaan-Nya dan ini semua tidak mungkin secara akal.” Walhasil, mayoritas sekte Mu’tazilah meyakini Allah mengetahui dengan dzatnya yang abadi tanpa melalui perantara ilmu.

  • Keadilan (al-Adalah)

Prinsip yang dibangun dari ajaran dasar kedua ini adalah upaya penyucian perbuatan Allah SWT dari persamaan perbuatan makhluk-Nya. Allah SWT pasti berbuat adil, maka pasti Dia tidak akan melakukan kedzaliman. Menurut mereka, jika diakui bahwa Allah SWT pasti adil, maka harus diyakini pula bahwa segala perbuatan-Nya adalah baik. Harus dipercayai bahwa Dia tidak mungkin meninggalkan apapun yang merupakan kewajiban (keharusan) bagi-Nya.

Mu’tazilah memandang bahwasanya manusia memiliki kehendak bebas (free will). Karena itu, ia bebas melakukan perbuatan apa pun di luar intervensi Allah SWT.
Menurut mereka, Allah tidak mungkin menciptakan keburukan, tidak juga menghendaki bencana, atau perbuatan dosa. Jika begitu, maka semua perbuatan buruk pasti dilakukan oleh manusia dengan kehendak bebas mereka sendiri.

“Menurut Mu’tazilah, jika Allah mengintervensi perbuatan manusia, maka keadilan tidak ada. Apa mungkin Allah memasukkan pendosa ke neraka atas keburukan atau ke surga atas kebaikan yang diatur dengan takdir-Nya.”


Bila demikian keadaannya, maka Allah SWT tidak adil. Karena itu, keadilan Allah terletak pada kehendak bebas yang Dia anugerahkan kepada manusia. Berbekal akalnya, manusia menentukan sendiri perbuatan mereka dan tidak terikat sama sekali dengan takdir.

Paham kemaha-adilan Allah SWT yang dijunjung kaum Mu’tazilah dimaknai bahwa Dia Yang Adil dan Bijaksana sehingga tidak mungkin berbuat dzalim. Menurut mereka, manusia sendiri yang mewujudkan perbuatan-perbuatan melalui daya yang diciptakan Allah dalam dirinya. Dengan demikian, konsekuensinya adalah bahwa manusia bertanggung jawab penuh atas segala tindakannya. Jika mereka ingkar dan berbuat dosa, ancamannya adalah neraka. Bila mereka beriman dan berbuat baik, surga ganjarannya.

  • Janji dan Ancaman (al-Wa’du wa al-Wa’id)

Ajaran dasar ketiga adalah janji dan ancaman Allah SWT yang menjadi kelanjutan dari ajaran keadilan (al-adalah).

“Menurut Mu’tazilah, bila Allah berjanji memberikan pahala dan mengancam menjatuhkan siksa, maka harus diyakini Allah tidak akan mengingkarinya.”

Janji dan ancaman (al-wa’du wa al-wa’id) yang diajarkan Mu’tazilah merupakan kelanjutan dari prinsip “keadlilan” (al-adl). Menurut mereka harus diyakini bahwa wajib bagi Allah SWT untuk memenuhi janji-Nya (al-wa’d) untuk pelaku kebaikan agar dimasukkan ke dalam surga, dan melaksanakan ancaman-Nya (al-wa’d) bagi pelaku dosa besar agar dimasukkan ke dalam neraka. Harus dipercaya bahwa tidak boleh mungkin Allah menyelisihinya.

Prinsip al-wa’du wa al-wa’id, menurut Mu’tazilah, bagi Allah SWT: Kebaikan harus dibalas pahala, keburukan harus dibalas siksa. Namun demikian menurut mereka, siksa yang diterima orang mukmin lebih ringan dibandingkan orang kafir.

  • Posisi diantara Dua Tempat (al-Manzilah bayn al-Manzilatain)

Pada abad pertama Hijriyah, masalah dosa besar dan status keimanan atau kekufuran pembuat dosa besar hangat diperbincangkan oleh umat Islam. Menurut Khawarij, orang yang telah berbuat dosa besar (murtakib al-kabair) dinilai telah kafir, kaum Murji’ah menilainya tetap beriman atau mukmin. Washil ibn Atho’ bukan mukmin dan bukan pula kafir, tetapi berada di antara posisi keduanya (al-manzilah baina al-manzilataini) baik di dunia maupun akhirat kelak.

Washil meyakini, orang berdosa besar tidak dapat dikatakan mukmin lagi karena telah menyimpang dari ajaran Islam, tapi belum bisa pula digolongkan sebagai kafir lantaran masih memercayai Allah SWT dan Rasul-Nya. Ia menyebutnya sebagai kaum fasik.

Jika meninggal dalam keadaan belum bertobat, seorang fasik akan dicampakkan ke dalam neraka dan kekal di dalamnya. Namun, siksaan yang diberikan untuknya lebih ringan dibandingkan dengan yang dialami orang kafir di neraka.

  • Menyuruh Kebaikan dan Melarang Kemungkaran (Amar Ma’ruf Nahi Munkar)

Mu’tazilah berpendapat bahwa amar ma’ruf nahi mungkar berhubungan dengan pembinaan moral, dan suatu bentuk kontrol sosial. Bila bisa, cukup dengan seruan, tetapi jika tidak bisa, terpaksa dengan kekerasan.

Amar Ma’ruf Nahi Munkar secara etimologis terdiri dari empat kata, yaitu Amar, Makruf, Nahi dan Munkar.

Amar Ma’ruf Nahi Munkar secara terminologis adalah “perintah untuk menjalankan sesuatu yang baik dan pencegahan dari hal yang buruk, baik secara akal maupun syar’i”.

Menurut al-Zamakhsyari, salah satu pengikut Mu’tazilah, hukum Amar Ma’ruf Nahi Munkar adalah wajib kolektif (fardhu kifayah). Aspek Amar Ma’ruf tergantung objek perintahnya. Jika objeknya bersifat wajib, maka hukum perintah terhadapnya juga wajib, dan bila objeknya bersifat sunnah, maka hukum perintah terhadapnya adalah sunnah.

Sedangkan untuk aspek Nahi Munkar hukumnya wajib secara keseluruhan, sebab segala bentuk kemunkaran itu wajib ditinggalkan karena adanya sifat keburukan di dalamnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa al-munkar adalah sesuatu yang memiliki sifat buruk atau keburukan yang secara umum memang diketahui buruk. Contohnya seperti meninggalkan salat (tark al-shalah), mengkonsumsi minuma keras, dan hal-hal lain yang telah dilarang (al-muharramat) dalam agama.

Menurut al-Zamakhsyari, cara penerapan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, terutama kemunkaran, dimulai dari yang paling ringan. Jika tidak efektif, maka meningkat hingga yang tegas atau keras.

“Doktrin Amar Ma’ruf Nahi Munkar Mu’tazilah memiliki kesesuaian dengan konsep Jihad Syi’ah. Dalam konteks ini, kaum Syi’ah merasa nyaman dengan doktrin-doktrin dasar Mu’tazilah.”

Penulis: Muhammad Madarik, MA (Staf Pengajar IAI Al-Qolam Gondanglegi Malang)

Rujukan:

Artikel ini memiliki

8 Komentar

Юридические консультации для всех вопросов о праве|Бесплатный юридический совет на разнообразные темы
бесплатная юридическая поддержка для граждан и предприятий по всем вопросам заказывай бесплатную консультацию юриста от знающих специалистов|Получи безвозмездную консультирование от лучших юристов по наболевшим проблемам
Получи бесплатную консультацию юриста и реши свои проблемы
бесплатная юридическая консультация в москве по телефону [url=https://www.konsultaciya-yurista-499.ru]https://www.konsultaciya-yurista-499.ru[/url].

Профессиональная юридическая помощь в получении наследства
бесплатная консультация юриста по наследству [url=https://yurist-po-nasledstvu-msk-mo.ru/]https://yurist-po-nasledstvu-msk-mo.ru/[/url] .

Требуется арбитражный юрист? Вы на правильном пути!|
Профессиональная помощь арбитражного юриста в любой ситуации!|
Нужен совет арбитражного юриста? Обращайтесь к нам!|
Добиваемся победы в каждом деле!|
Ищете арбитражного юриста, по доступным ценам? Мы готовы вам помочь!|
Наш опыт и знания позволят найти выход из любой ситуации.|
Бесплатная консультация от арбитражного юриста в компании название компании.|
Нужна компетентная юридическая поддержка?|
Оставьте свои проблемы нас, арбитражный юрист справится со всеми!|
Высокие результаты – гарантия успеха! – это арбитражный юрист название компании.|

С нами вы всегда будете на верном пути.
доверенность юристу в арбитражный суд [url=https://arbitrazhnyj-yurist-msk.ru/]https://arbitrazhnyj-yurist-msk.ru/[/url].

Хотите развестись? Используйте наши услуги!
Не доверяйте свою судьбу неопытным адвокатам по разводу
бракоразводный процесс при наличии несовершеннолетних [url=https://advokat-po-razvodam-v-mks-i-mo.ru]https://advokat-po-razvodam-v-mks-i-mo.ru[/url].

Как защитить свои денежные средства от незаконных взысканий: консультация юриста
вопрос юристу бесплатно алименты [url=http://www.yurist-po-alimentam-v-moskve.ru/]http://www.yurist-po-alimentam-v-moskve.ru/[/url].

бесплатная юридическая консультация по телефону круглосуточно [url=https://www.yurist-konsultaciya-msk1.ru/]юридическая консультация бесплатно онлайн круглосуточно по телеф…[/url].

Автоюрист | Как выбрать лучшего автоюриста | Услуги автоюриста – защита ваших прав | Как снизить штрафы с помощью автоюриста | Автоюрист – ваш надежный помощник на дороге | Как избежать неприятностей на дороге с автоюристом | Что нужно знать при обращении к автоюристу | Автоюристы: кто они и чем могут помочь вам | Как правильно составить исковое заявление с помощью автоюриста | Автоюрист: защитник вашего автомобиля и ваших интересов | Как избежать подделки документов совместно с автоюристом | Права автомобилистов: как их защитить с помощью автоюриста | Автоюристы: особенности сотрудничества и расценки | Когда необходимо обращаться за помощью к автоюристу | Защита прав автовладельцев в сложных ситуациях с автоюристом | Автоюристы и дорожная полиция: какое взаимодействие они имеют | Как не попасть на мошенников среди автоюристов | Автоюристы: какие права они могут защитить при ДТП | Судебные тяжбы в области автомобильных прав и роль автоюриста | Как избежать неприятностей на дороге с опытным автоюристом
автоюрист [url=http://avtoyurist-advokat.ru/]юридическая консультация по автомобильным вопросам[/url].

Юридическая помощь в разводе онлайн
юрист для развода через суд [url=http://advokat-po-razvodam-v-mks.ru/]юридическая помощь при разводе[/url].

Tinggalkan Komentar

 


Video Terbaru

Pengumuman

Diterbitkan :
3 Fasilitas yang di dapat apabila daftar di Gelombang 1 Unit MARU II
Open Registration !!! 📋📋📋 Penerimaan Santri dan Peserta Didik Baru (PPDB)Tahun Pelajaran 2024/2025 Program Unggulan..
Diterbitkan :
3 Fasilitas yang di dapat apabila daftar di Gelombang 1 Unit SMARU
Open Registration !!! 📋📋📋 Penerimaan Santri dan Peserta Didik Baru (PPDB)Tahun Pelajaran 2024/2025 Program Unggulan..
Diterbitkan :
3 Fasilitas Yang di dapat apabila daftar di Gelombang 1 Unit SMPRU
Open Registration !!! 📋📋📋 Penerimaan Santri dan Peserta Didik Baru (PPDB)Tahun Pelajaran 2024/2025 Program Unggulan..